Hai,Selamat datang di blog saya . Kali ini saya akan memperkenalkan diri , perkenalkanlah nama saya Luthfi dan saya Sekolah di suatu Sekolah Menengah Kejuruan.Jurusan Teknik Komputer Jaringan. Umur saya 15 tahun , saya memiliki 2 adik .
Oke kali ini saya tidak akan berpanjang lebar membahas biodata saya . Langsung saja saya akan membicarakan tentang pengalaman saya melihat tayangan film G30S/PKI. Jadi begini ceritanya:
Saat hari Sabtu 30 September 2017 sekolahku mengadakan NoBar (Nonton Bareng) film G30S/PKI. Saat itu kami masih pelajaran seperti hari-hari biasanya.Kebetulan hari itu pelajaran bengkel yang guru pelajaran tersebut terkenal sangat baik dan bisa dibilang jarang marah atau mungkin tidak pernah marah. Saat itu kami belajar tentang materi Excel , disana sangat mengasyikkan. Waktu telah menunjukkan pukul 9, terdengar suara peluit dan anak-anak yang berlarian. Saat itu guru saya belum menyadari bahwa semua sudah disuruh berkumpul / menuju Aula di sekolahku. Saat guru tersebut melihat ke luar jendela ternyata ia baru saja menyadari bahwa suara peluit tersebut digunakan untuk tanda agar semua siswa segera berkumpul ke Aula. Akhirnya guru yang mengajar kelasku tadi menyuruh saya dan teman-teman saya untuk berkemas-kemas dan tak lupa kami berdoa. Setelah itu kami menuju ke Aula dengan perasaan senang karena dengan harapan film yang ditonton akan sangat menarik. Sesampainya di Aula , disana saya melihat telah banyak orang yang ada disana. Disana sangat gaduh, bising, berisik dan pengap. Semua yang ada disana saling bercanda dan bercengkrama dengan temannya, mungkin itulah yang membuat suara bising dan berisik . Disana telah tersedia tempat-tempat dengan plakat sesuai jurusan masing-masing. Tiap-tiap kelas dipetak-petak dan disusun sesuai dengan kelas yakni: Kelas X berada di barisan paling depan, Kelas XI berada di barisan kedua/setelah Kelas X, Kelas XII berada di belakang Kelas XI , dan di barisan paling belakang adalah bapak/ibu guru. Setelah kami diatur dalam duduk , beberapa menit kemudian acara pun dimulai. Sebelum pemutaran film ada penyampaian materi oleh bapak tentara. Disana kami diberi sedikit materi tentang bela negara. Pak tentara juga memberi tantangan kepada seluruh siswa barangsiapa yang berani maju ke depan dan melafalkan Pembukaan UUD 1945 maka ia akan diberi hadiah oleh bapak tersebut. Saya yakin hadiah tersebut hanya sebagai pemicu/pemberi semangat bagi siswa. Selain itu , juga ada yang disuruh menyebutkan nilai Pancasila sila ketiga,dan masih ada tantangan-tantangan lain yang tujuannya untuk membangun siswa untuk berani/tampil percaya diri, berakhlak , berfikir sebelum bertindak dan masih banyak lagi. Setelah itu pak tentara pamit karena ia harus pergi untuk mengisi materi di sekolah lain.
Saya kira pemberian materi oleh bapak tentara kurang lebih 30 menit.
Setelah pemberian materi, ada suatu pengumuman yang tak lain yakni pemberitahuan bahwa film akan segera ditayangkan. Setelah itu kami semua diarahkan untuk tenang dan jangan berisik agar tayangan film lebih dapat dinikmati dengan baik dan kelihatan dramatis. Film pun ditayangkan , pada bagian awal masih menayangkan pengenalan tokoh ,latar, dan kutipan jalan cerita singkat yang akan diperlihatkan. Pada bagian pengenalan menurut saya terlalu lama dan terkesan membosankan dengan gambar yang sedikit pecah . Pada bagian tengah film merupakan saat yang menegangkan karena disana ditayangkan tentang PKI yang sudah mulai memberontak dengan menculik para Jenderal .
Di saat-saat tersebut saya juga merasa bosan karena banyak tayangan yang diskip/dipercepat sehingga membuat film kurang lengkap dan tidak utuh . Di tengah ketegangan juga ada sedikit problem yakni tiba-tiba proyektor/LCD menjadi mati sehingga membuat kami kesal. Untungnya ada guru (yang menjadi operator) yang secara sigap mengatasi masalah tersebut. Kemudian kami semua diarahkan untuk tenang kembali. Hari semakin siang, saat itu suasana semakin panas/gerah dan pengap, walaupun disana sudah tersedia 4 kipas angin yang ada 1 disetiap sudut aula tetapi tidak juga membuat segar dan sejuk. Saat pemutaran banyak siswa yang bermain hp, tiduran , mendengarkan musik dengan headset , dan ada juga yang asyik mengobrol dengan temannya. Banyak siswa yang tidak mengikuti jalan cerita film tersebut karena mereka sibuk dengan kegiatannya sendiri sehingga seharusnya mereka mendapat pengajaran yang dapat diambil dari film tersebut tetapi mereka hanya mereka hanya ibaratnya "pong-pong bolong" tidak tahu apa yang sedang diperlihatkan. Mereka hanya sekedar ikut/datang, duduk, ngobrol kesana-kesini, main hp, tiduran dll, sehingga niat sekolah agar muridnya tahu sejarah/perjuangan rakyat, pentingnya bela negara , pentingnya persatuan dan kesatuan itu hanya sekedar bualan sekolah karena itu semua sia-sia dengan adanya siswa yang cenderung asyik dengan hpnya maupun kegiatan-kegiatan yang kurang bermanfaat tersebut. Saya sangat bersyukur karena setelah penayangan film tersebut kami disuruh membuat resume. Saya sangat berterima kasih kepada bapak/ibu guru yang sudah memberi tugas tersebut karena itu dapat membuktikan bahwa apa toh tujuannya dikumpulkan , disuru duduk tenang , dan ditayangkan film tersebut.Saran saya seharusnya pemutaran film bisa lebih dibuat menarik seperti ; adanya permainan/games atau apalah yang intinya tidak membuat siswa bosan dan tidak fokus/termakan dengan kesibukan hpnya.
Saya kira cukup sekian cerita saya , saya mohon maaf apabila banyak salah kata, ejaan ,dan saya tidak bermaksud untuk menyinggung apapun entah itu ras,suku,golongan,agama,dll. Disini saya hanya membutuhkan saran yang dapat membangun agar blog saya ini lebih bermanfaat bagi saya maupun orang lain. Sekali lagi terimakasih yang sudah berkenan mampir/membaca blog saya , "Tunggu Cerita Saya Selanjutnya"
Terima Kasih........